Jumat, 19 Agustus 2011

SELAMATKAN BUDAYA TIMUR!!







Seorang remaja masuk kedalam rumahnya dengan tidak lagi mengucapkan Assalamualaikum! Kini apa yang ia ucapkan? ‘Hai semua’, begitulah bentuk dari ‘salam kemuliaan’ yang pernah diajari oleh orang tuanya sewaktu kecil dulu. Salahkah anak itu? Tidak! Anak itu tidak salah, namun hanya perlu dituntun untuk kembali sadar akan budaya timur yang dahulu pernah dilakonkannya. Budaya timur? Budaya seperti apakah itu ibu? tanya seorang anak yang baru mengenakan pakaian seragam abu-abu putih tahun ini. Ternyata sang ibu juga tak mengenal tata krama timur yang terkenal dengan keharusan untuk menghargai orang yang lebih tua. Siapakah gerangan keluarga aneh ini? Anak dari siapakah ibunya anak itu? Dilanjutkan dengan kebingungan keduanya akan budaya timur tersebut, keduanya memutuskan untuk mencari tahu darimana mereka berasal? Dari timur kah? Atau dari bagian barat bumi? Seorang tetangga misterius menjadi saksi dari titik balik kehidupan mereka menuju perubahan ke arah timur. Apa yang tetangga mereka katakan “Benar, kalian adalah keturunan dari wilayah timur. Maka dari itu, hindarilah gaya hidup orang-orang barat”
Semakin bingung. Ibu dan anak itu semakin gundah gulana hanya karena bimbang untuk hidup dalam budaya apa, barat atau timur. Pasalnya selama ini mereka sudah terbiasa menjalani hidup dengan gaya hidup orang-orang barat. Seperti apa misalnya? Makan sambil berdiri, minum menggunakan tangan kiri, tidur tak pernah bersuci (berwudhu) terlebih dahulu, tak pernah lagi mengucapkan Insya Allah sebagaimana kebiasaan orang-orang timur lainnya, memanggil orang yang lebih tua dengan nama, mengenakan jilbab atau kerudung hanya sebagai sebuah symbol dari partisipasi atas umat-umat beragama. Akan tetapi, rasa-rasanya dahulu mereka juga pernah mahir mengucapkan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ketika hendak masuk ke dalam rumah atau ketika bertemu dengan seseorang, mereka ingat dengan kenangan timur tersebut.
8 tahun yang lalu, mereka (ibu & anak) mempunyai satu kebiasaan baik sebelum makan. Kebiasaan apa? Berdoa terlebih dahulu dan selalu mengedepankan adab-adab makan orang timur yaitu makan dan minum menggunakan tangan kanan, jika telah sampai waktu makan, mereka akan berkumpul bersama-sama sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang sudah mereka dapatkan. Memang ada kerinduan akan masa-masa timur yang telah lalu itu, tak salah jika jantung mereka sering berdenyut keras ketika sedang melakukan/menjalani budaya barat. Tak tahan dengan denyut jantung makin hari semakin keras berdenyut. Mereka pergi menuju kantor kelurahan untuk memastikan, sebenarnya mereka berasal dari Amerika atau Russia? Banyak orang mengatakan jika 8 tahun yang lalu keluarga mereka pernah hidup dengan harmonis, suatu ketika mereka sekeluarga akan pergi berlibur ke suatu tempat wisata. Di dalam perjalanan, mobil keluarga mereka jatuh ke dalam jurang dan semuanya tewas. Masyarakat sekitar mengira mereka yang ada didalam mobil tersebut sudah menjadi mayat semua (meninggal). Ternyata Tuhan berkehendak lain, anak dan ibu itu selamat dari kecelakaan maut tersebut. Nah, inilah titik awal dari perjalanan mereka mencicipi budaya barat.
Sebuah kendaraan militer dari negeri paman sam melewati lokasi tempat mobil mereka terjatuh. Tentu, tentara Amerika tersebut membantu mengevakuasi korban-korban yang masih bisa tertolong dan yang tidak bisa diselamatkan lagi. Di dalam mobil ada 4 orang (ayah, ibu dan 2 orang anak), yang bisa diselamatkan hanya ibu dan 1 orang anak. Ayah dan anaknya yang lain sudah tiada, mereka dimakamkan di daerah dekat dengan lokasi kecelakaan. Lalu bagaimana nasib ibu dan anaknya itu? Pasukan militer Amerika memutuskan untuk membawa dan mengobati mereka di Rumah Sakit Militer Amerika saja. Tanpa alasan yang jelas, komandan mereka memerintahkan untuk menggabungkan mereka (anak & ibu) itu ke dalam camp-camp pengungsian dari korban Tsunami Aceh 2004 yang mereka ‘selamatkan’ ke Negara mereka. Apa maksud dari semua ini?
Kristenisasi? Benar sekali. Komandan militer Amerika Serikat menemukan kartu identitas (layaknya KTP) didalam tas jinjing milik ibu korban kecelakaan tersebut. Ternyata anak dan ibu itu adalah keturunan muslim Russia. Dengan segudang maksud kejam, komandan tersebut ingin mengubah agama mereka dari Islam menuju Kristen. Dan berhasil! Sampai tahun ini, mereka masih mengikuti budaya barat, tidak hanya budaya bahkan Agama. Naudzubillah min dzalik!
Jadi, itulah fakta dan sejarah dari kehidupan ibu dan anak malang tersebut. Mereka mungkin ‘diampunkan’ Tuhan karena mereka tak kuasa melawan takdir yang mengharuskan mereka pindah agama. Oleh sebab itulah, mereka seakan-seakan telah di hipnotis untuk melupakan semua hal yang berbau timur termasuk agama. Kabar baiknya, saat ini mereka sudah kembali memeluk islam dan sedang membiasakan untuk kembali menjalani kehidupan seperti kehidupan orang timur lainnya. Cerita belum selesai! Itu hanyalah sebuah contoh, saat ini nyata di depan mata kita semua telah banyak bayi-bayi barat yang lahir di tanah timur. Bayi-bayi itu sudah tidak perlu di adzankan lagi ketika lahir. sebelum ia lahir, ia lebih sering di dengarkan music Stevie Wonder daripada di bacakan surat Yusuf atau ayat-ayat suci Al-Quran.

Ketika dia mulai tumbuh besar, efek apa yang akan ditimbulkan? Jelas sekali, ia lebih sering memainkan music Stevie Wonder dibandingkan membaca ayat-ayat Al-quran. Apakah ini pantas? Tidak pantas! Tidak pantas bila budaya barat berkembang di wilayah timur bumi. Budaya dominan dipengaruhi oleh Agama. Jika memang wilayah timur bumi mayoritas beragama muslim, maka budaya timur itu secara tidak langsung mencerminkan kehidupan dari apa yang diajarkan oleh agama islam. Begitu juga sebaliknya, jika wilayah barat bumi budayanya didominasi oleh Agama non muslim, maka budaya barat akan mewakilkan kebiasaan-kebiasaan umat non-muslim. Jika semuanya jelas, maka saya orang yang pertama setuju dengan ‘Budaya cerminan dari Agama. Selamatkan budaya! Maka agama akan selamat, selamatkan agama maka budaya tetap terpelihara’.
Fenomena budaya ini patut untuk diperhatikan secara lebih intim. Sebut saja budaya ciuman antar lawan jenis yang diterapkan di Provinsi Bali? Salah? Belum tentu salah. Ingat lagi! Budaya yang tumbuh di Bali ‘cocok’ diterapkan hanya di Bali saja, karena budaya mencerminkan dominasi agama di daerah setempat. Akan terlihat ‘salah’ jika saat ini budaya ciuman di Bali tersebut di lihat dari ujung sumatera (provinsi Aceh). Sebagai umat beragama dan bernegara kita semua punya hak untuk menyelaraskan antara agama kita saat ini dengan budaya yang kita jalani sekarang. Agar kita semua tahu bagaimana cara menyelaraskan antara budaya dan agama, kita bisa mengingat kembali keseharian yang kita lakukan. Jika kita orang timur, maka ketika kita makan sambil berdiri seharusnya kita sadar jika telah terperangkap pada budaya barat, dan segera menggantinya dengan budaya timur. Apa itu? Duduklah, orang timur itu makan sambil duduk bukan berdiri.

Itulah salah satu contoh dari kebiasaan (baca-budaya) yang mulai saat ini harus kita cocokkan. Bersyukurlah jadi orang timur, dan beruntunglah menjadi orang timur. Banyak faktor kesehatan yang membuktikan jika budaya timur itu lebih sehat daripada budaya barat. Perlu contoh? Saat kita minum berdiri maka secara perlahan kita sedang menumbuhkan penyakit pada saluran kencing, lalu bagaimana bila kita ingin menghindari dari penyakit tersebut? Mudah sekali, kita hanya perlu duduk ketika minum. Contoh lain, didalam budaya timur seringkali kita mendengar bahasa instrospeksi. Bukankah di Negara barat juga dikenal dengan istilah instrospkesi? Ya, benar sekali. Lalu apa yang membuat faktor pembeda (differensiasi) antara instrospeksi versi barat dengan instrospeksi versi timur? Tidak ada versi yang membedakan. Yang membedakan ialah introspeksi by heart yang dilakukan sesaat sebelum tidur. Perlukah membiasakan introspeksi sebelum tidur? Saya pun sebagai orang timur tidak akan mengikuti kebiasaan itu jika tidak ada manfaatnya bagi saya. Tapi ternyata, manfaat dari introspeksi sebelum tidur itu sangatlah menyehatkan dengan menjauhkan diri dari segala penyakit yang ada dalam hati.
Banyak testimoni dari orang-orang yang telah berhasil mendapatkan manfaat dari ritual introspeksi di malam hari. Menurut pengakuan mereka, saat bangun dipagi harinya tubuh kita akan terasa sangat ringan, serta hati kita seakan tidak pernah menyimpan permasalahan-permasalahan hidup. Hati saya terasa plong!! Ujar orang itu. Adapun secara logika kita semua juga dapat mengartikan jika proses instrospeksi tersebut perlu dilakukan agar lebih meningkatkan rasa syukur kita terhadap-Nya. Dengan bersyukur kita pun mendapat kesempatan untuk mendapatkan penambahan nikmat oleh-Nya. Inilah katalog produk dari pentingya realisasi kembali akan budaya-budaya timur. Tentu saja, hari ini kita pasti dapat melihat secara bersama-sama bagaimana sepak terjang dari eksistensi peran budaya timur di negeri Garuda ini.

Kemanakah perginya budaya timur selama ini? Akankah masyarakat Indonesia bisa kembali merujuk gaya-gaya kehidupannya kepada budaya-budaya timur? Atau mungkinkah budaya timur itu terkesan kolot atau ketinggalan zaman? Pastinya pertanyaan-pertanyaan diatas dapat kita jawab sendiri walaupun hanya didalam hati. Jika memang perlu, hidupkanlah kembali budaya-budaya timur di keluarga dan lingkungan sekitar kita. Apa yang harus kita lakukan untuk memulai kembali membiasakan budaya-budaya timur? Sederhana, kita bisa memulainya dengan mengucapkan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ketika akan masuk dan keluar rumah. Jika mudah, terapkanlah mulai hari ini juga. Apalah arti dari sebuah salam bagi orang-orang barat, tapi teriakkanlah dalam hati ‘Selamatkan Budaya Timur’ !

- Mohd Teguh -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar