Coba nilai kondisi kita hari ini? Terlalu banyak minta atau terlalu sedikit bersyukur? Jangan! Itu perilaku kehidupan yang salah. Memang manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak punya apa-apa. Tapi apa rasa syukur dibalik itu semua? Ingat! Setidak-tidaknya kita sudah hidup didunia ini. Bisakah anda bayangkan jika saat itu kita kalah ketika sedang memperjuangkan hidup? Jika memang sudah anda bayangkan, apakah saat ini anda dapat mengenal ibu dan ayah anda? Apakah anda tahu siapa anda, nama anda. Tidak mungkin! Benar. Mana bisa anda tahu siapa anda, karena saat ini anda bukan manusia. Anda tidak terlahir kedunia ini. Perlu bersyukur sekarang? Ya. Alhamdulillah.
Bagi anda yang menginginkan masa depan yang cerah, coba jangan banyak meminta dulu. Awali hajat itu dengan bersyukur dengan kehidupan masa lalu anda. Bagaimana anda bisa sampai pada masa depan yang cerah jika kemarin atau hari ini anda dipanggil kembali kehadirat-Nya? Benar begitu? Jika benar segeralah bersyukur. Bersyukur itu sangat mudah dilakukan. Mau coba?
Baik. Ucapkanlah dengan tulus dan ikhlas, Alhamdulillah! Mudah bukan?
Sekarang giliran anda yang menginginkan kenaikan jabatan. Anda saya sarankan jangan meminta dulu. Coba anda berterima kasih kepada Allah dan bersyukur karena saat ini setidak-tidaknya sudah menjadi seorang pegawai/karyawan yang siap untuk naik jabatan. Saya mau Tanya anda, bagaimana caranya anda bisa naik jabatan jika dulu Allah tidak memberikan peluang untuk bekerja ditempat anda berkarir selama ini? Bukan begitu? Mudah-mudahan ini menjadi solusi tepat bagi yang ingin mendapat jabatan atau posisi kerja yang lebih baik dari sebelumnya. Saya juga akan mendoakan anda agar lebih banyak bersyukur dengan pekerjaan anda saat ini. Masalah kenaikan jabatan itu gampang. Mengapa se-enak itu saya katakan? Tak sulit saya ungkapkan hal itu. Mau naik jabatan ya tinggal ikhtiar dan doa. Hanya itu. Memang ada yang lain? Ada! Bersyukur solusi awalnya. Anda tetap membantah saya. Silahkan! Tugas saya hanya menyampaikan dan mendoakan anda. Selamat naik jabatan!
Jika kita lebih kenal siapa diri kita sebenarnya, maka ketika kita mendapat masalah atau musibah kita akan bisa tersenyum dengan lepas dalam menyelesaikan & menghadapi masalah itu. Tapi jangan lupa, ada syaratnya. Anda harus tahu diri? Maksudnya? Baiklah. Jika anda tahu diri anda siapa, otomatis anda akan kenal siapa yang menciptakan anda. Ketika anda mengenal sosok yang menciptakan anda maka kepada siapakah anda akan mengadu permasalahan hidup anda saat ini? Baik. Saya mendengar anda mengatakan. ALLAH YANG MENCIPTAKAN SAYA. SAYA AKAN IKHTIAR DAN MENYERAHKAN SEMUA PERMASALAHAN INI HANYA KEPADA ALLAH!! Berani?
Baiklah, selesai persoalan anda!
Oh! Ternyata ada teman yang berbicara keras kepada saya, ‘Segampang itu masalah saya bisa selesai?. Menurut teman-teman jawaban apa yang akan saya utarakan kepada teman kita yang satu itu? Anda mau tahu saya jawab apa? Tidak! Saya tidak akan menjawab sepatah kata pun, melainkan saya akan tertawa lepas dan menganggapnya belum benar-benar yakin akan pertolongan dari Tuhannya!
Aneh! Baru saja dia telah menyerahkan dan meminta pertolongan dari Tuhannya, ia memohon kepada Tuhannya agar memberikan jalan keluar bagi problem-nya, tapi masih saja banyak Tanya. Memang sebagai manusia seberapa pintar dan cerdas kita untuk menyelesaikan masalah? Anggaplah anda seorang jenius, mampukan anda menemukan kembali uang anda yang telah dicuri oleh maling? Terlalu sombong jika anda bilang ‘saya fikir-fikir dulu’. Bilang saja tidak bisa! Bukannya emosi, tapi saya ingatkan sekali lagi memangnya manusia ini bisa apa? Lahir dari tanah dan kembali lagi ketanah banyak sekali lagu-nya! Sadar! Sadar! Kita punya Tuhan. Tuhan kita itu Maha Tahu Segalanya.
Yakinlah! Dia-lah yang menguji iman kita dengan memberikan kita masalah. Tapi saya minta anda bisa sangat mengerti akan makna dari ujian ini. Bila Allah Yang memberikan masalah itu tentunya Dia-lah juga yang memiliki solusi atau cara bagi masalah kita. Bisa belajar sesuatu dari sini? Mudah-mudahan melalui tulisan ini Allah mengizinkan saya untuk bisa menghindari anda dari sifat kufur akan nikmat. Kufur itu sangat berbahaya saudaraku! Naudzubillahimindzalik!
Maka dari itu, anda harus menempatkan rasa syukur ini paling awal. Saya ulang! Sebelum meminta, anda harus bersyukur dulu. Saat tertimpa masalah, bersyukur itu tetap harus anda lakukan!
Apa yang harus disyukuri dari musibah?? Subhanallah! Ada yang bertanya seperti itu? Istighfar kawan! Perkataan itu tak baik. Itu murni godaan syaitan. Sekali lagi, ber-istighfar-lah!
Pernah dengar kata ‘untung aja'. Sulit dimenegerti? Saat menuju ke kampus, tiba-tiba motor anda diserempet mobil. Biasanya, inilah yang sering diucapkan oleh banyak orang ketika telah melewati kejadian itu, ‘untung saja aku tidak luka’! Kata-kata untung saja boleh kita ganti dengan Alhamdulillah! Maknanya apa? Manusia ini memang makhluk lemah, dan secara tidak sadar Allah melalui kuasa-Nya menyampaikan pesan dari bentuk rasa syukur itu.
Ingat! Untung saja mulai hari ini boleh anda ganti dengan mengucapkan Alhamdulillah!
Apakah anda merasa digurui oleh saya? Baik. Saya minta maaf. Sekali lagi maaf! Saya tahu anda lebih mengerti makna kebenaran dibandingkan saya. Jika begitu, cobalah buat diri anda bangga dengan menjadi pribadi yang rendah diri dan rendah hati. Saya tahu teman-teman orang baik, dan saya tahu jika Allah pasti mengasihi dan menyayangi anda.
‘Ketika anda berusaha mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik. Ketahuilah teman! Disaat yang sama Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang baik bagimu’
To the point saya meringkas artikel ini dengan memberikan sedikit kabar baik dari Tuhan bagi teman-teman:
1. “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18
2. “Mereka mengetahui nikmat Allah kemudian mereka mengingkarinya, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” QS. An Nahl : 83.
3. “Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nyalah kamu menyembah.” QS. Al Baqarah : 172
4. “Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” QS. Ali Imron : 145
5. “…Sesungguhnya jika kamu bersykur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ibrahim : 7
6. “…Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” QS. Al Baqarah : 152.
7. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar dan tidak berterima kasih (bersyukur) kepada Rabb-nya.” QS. Al ‘Aadiyat: 6
8. “Dan barangsiapa yang bersykur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” QS. Luqman : 12
9. “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari kamu, tiba-tiba sebagian dari kamu mempersekutukan Rabb-nya dengan (yang lain)” QS. An Nahl : 53-54
10. “Dan terhadap nikmat Rabb-mu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” QS. Ad Dhuha: 11
11. “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” QS. An Nisa : 79
12. “…Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?” QS. Al Ankabut : 67
13. “Kecelakaan bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.” QS. Al Humazah 1-3
Sekian! Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Selamat bersyukur!
Mohd Teguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar